3 Cara Panen Sarang Walet, Sangat Mudah!

3 min read

Cara panen sarang walet tentunya harus dipahami oleh semua peternak burung walet atau pun anda yang ingin membuat bisnis ternak walet. Sebab penghasilan utama dari bisnis ternak burung walet adalah dari hasil menjual sarang – sarang burung tersebut.

Sebenarnya yang akan dimanfaatkan bukanlah murni sarang walet dengan serabut kayu di dalamnya. Melainkan hanya air liur burung walet saja yang sudah dipisahkan dan dibersihkan dari sarang aslinya. Nantinya, air liur walet akan diolah menjadi berbagai macam makanan, minuman, bahkan obat – obatan.

Kandungan dalam air liur walet bisa menyembuhkan banyak penyakit ringan maupun kronis seperti pencegah panas dalam, mencegah penyakit jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya, hingga meningkatkan daya tahan tubuh selama kemoterapi. Tak heran bila harga sarang walet sangat mahal dan terus meningkat setiap waktunya.

 

3 Cara Panen Sarang Walet Yang Paling Efektif

Cara panen Sarang Walet

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa anda lakukan untuk memanen sarang burung walet rumahan. Tetapi ada 3 cara panen sarang walet yang paling efektif tanpa membuat walet takut, stress, dan kabur dari rumah yang anda sediakan. Yaitu dengan cara panen buang telur, panen penetasan dan panen rampasan. Berikut ini adalah penjelasan tiap cara panen.

 

1. Panen Buang Telur

Cara panen sarang walet yang pertama adalah dengan melakukan panen buang telur. Sebelum bertelur, burung walet akan membuat sarang di rumah yang anda sediakan terlebih dahulu. Dan ketika telur sudah menetas, sarangnya akan menjadi tercemar oleh kotoran anak burung.

Jadi, panen buang telur ini akan memastikan sarang walet yang anda jual memiliki kualitas tinggi. Sebab sarang akan diambil dan dipanen sebelum telur burung menetas. Bagaimana caranya?

Dalam waktu sekitar 2 atau 3 bulan sejak burung walet mulai membuat sarang, biasanya sudah ada telur yang muncul di sarangnya. Nah, pada saat itulah anda bisa langsung mengambil sarang walet sekaligus telur yang ada di dalamnya.

Tetapi anda baru boleh memanen ketika jumlah telur ada 2 atau 3. Hal ini dilakukan agar indukan walet tidak merasa panik ketika telurnya hilang dan pergi dari rumah yang anda sediakan.

Untuk telur yang anda ambil, anda bisa menetaskannya secara manual dengan mesin inkubator atau dengan menjualnya sebagai bibit burung walet. Harga jual telur walet juga lumayan tinggi dan banyak orang yang mencarinya.

 

2. Panen Penetasan

Cara panen sarang walet yang kedua adalah dengan cara panen penetasan. Metode panen yang satu ini adalah yang paling aman untuk indukan walet maupun anak burung walet. Hanya saja, kualitas sarang walet yang hasilkan tidak terlalu bagus.

Jadi cara panen penetasan ini adalah dengan membiarkan walet bertelur, mengerami telurnya, hingga telur menetas dan anak burung walet tumbuh. Ketika usia anakan walet memasuki 1 bulan atau lebih dan mereka sudah keluar dari sarangnya, barulah anda mengambil sarang walet yang diproduksi.

Namun, sarang walet yang anda dapatkan sudah dalam keadaan rusak dan sudah terkena kotoran anakan walet. Hal ini bisa anda atasi dengan mencuci sarang walet terlebih dahulu sebelum dijual. Namun harganya tidak akan setinggi sarang yang masih dalam kondisi bersih dan utuh.

Tetapi keuntungan dari metode panen ini adalah, jumlah burung walet yang ada dalam rumah yang anda buat akan semakin bertambah, Cara ini tentunya sangat efektif bila anda masih baru dalam membuat bisnis ternak walet dan jumlah sarang di rumah yang anda sediakan masih sedikit.

 

Baca juga : ciri ciri burung walet hitam

 

3. Panen Rampasan

Cara panen sarang walet yang terakhir adalah dengan panen rampasan. Untuk cara yang terakhir ini mungkin agak beresiko untuk indukan walet dan anak – anaknya. Sebab anda akan langsung memanen sarang walet yang baru dibuat sebelum sang indukan menaruh telur waletnya di sarang tersebut.

Dengan begitu, sarang walet yang dipanen akan memiliki kualitas sangat tinggi sebab belum tercemar sama sekali baik oleh kotoran anakan burung walet maupun dari sisa – sisa telurnya. Namun, walet yang sudah menyiapkan sarang untuk telurnya bisa menjadi panik dan tidak bisa mengeluarkan telur sebab sarangnya sudah diambil.

Memang agak kasihan dan anda harus tega untuk melakukannya. Tetapi hal ini juga bisa diatasi dengan memanen sarang walet sesegera mungkin sebelum telur keluar. Misalnya 1 atau 2 minggu sebelum perkiraan walet mengeluarkan telurnya.

Jadi dalam waktu 1 atau 2 minggu tersebut, walet masih memiliki waktu untuk membuat sarang pengganti dengan cepat. Tetapi hasil sarang yang anda dapatkan akan menjadi lebih tipis meskipun masih bersih dan utuh.

 

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Panen Sarang Walet?

Sebenarnya tidak ada aturan yang jelas mengenai kapan dan berapa kali anda harus memanen sarang walet dalam satu tahun. Sebab tiap peternak memiliki pendapat dan caranya masing – masing.

Tetapi yang paling bagus adalah memanen sarang walet sebanyak 3 kali dalam setahun. Sebab cara membuat walet memiliki waktu untuk berkembang biak dan membuat jumlah sarang walet yang anda panen terus bertambah setiap tahunnya.

Ketiga cara panen sarang walet yang dijelaskan juga bisa anda lakukan selama setahun secara bergantian. Jadi pada panen pertama, anda menggunakan cara panen penetasan alias menunggu semua telur walet menetas terlebih dahulu dan anakan walet menjadi besar. Sehingga jumlah walet di rumah yang anda sediakan betambah banyak.

Kemudian pada panen kedua di tengah tahun, anda bisa menggunakan cara panen rampasan. Jadi anda tidak perlu menunggu walet menaruh telurnya di sarang yang ingin dipanen. Tetapi seperti yang disampaikan sebelumnya, sisakan paling lambat 10 hari dari perkiraan telur walet akan keluar. Hal ini agar indukan burung walet tidak stress dan panik karena tidak memiliki sarang untuk bertelur.

Dan pada panen ketiga di akhir tahun, anda bisa menggunakan cara panen sarang walet buang telur yang bisa menghasilkan sarang dengan kualitas paling bagus. Selain itu, pada akhir tahun biasanya harga sarang walet juga mulai melonjak. Jadi pastikan anda menjual sarang dengan kualitas terbaik dengan harga yang paling tinggi.

Untuk telurnya, bisa anda jual lagi ke pengepul atau orang – orang yang membuat bisnis pembibitan walet. Meskipun hargnya tidak setinggi sarang walet, tetapi cukup untuk penghasilan sampingan saja daripada anda harus menetaskan tiap telur sendiri dan merawatnya lagi.

Dengan begitu, bisnis ternak walet anda bisa semakin berkembang dengan perlahan sembari anda mendapatkan keuntungan dari hasil jualan. Indukan burung walet yang sudah tua juga akan tergantikan oleh anakan burung yang baru dari hasil panen penetasan.

Baca juga : jenis sarang walet terpopuler

Jadi itulah beberapa cara panen sarang walet yang bisa anda semua lakukan. Memang semua ini tidak semudah yang anda baca, tetapi dengan berjalan anda akan belajar sedikit demi sedikit tentang bisnis ternak walet agar tidak merugi dan bisa membagi keuntungan untuk anda dan perawatan bangunan rumah walet.

Apa Saja Makanan Burung Walet Itu?

Bagi seorang peternak Walet, informasi mengenai makanan burung walet sangat penting untuk diketahui. Jangan sampai anda memberikan makan yang salah sehingga burung tersebut enggan...
info walet
1 min read

5 Langkah dan Cara Membuat Sarang Walet

Bila anda ingin memulai bisnis ternak walet, salah satu langkah awal yang perlu anda pelajari adalah cara membuat sarang walet. Sebab sarang menjadi hal...
info walet
2 min read

Cara Menyimpan Sarang Walet Supaya Bernilai Jual Tinggi

Masih banyak yang belum tau, ternyata ada cara menyimpan sarang walet sehingga membuat harga jualnya semakin mahal. Hal ini perlu diketahui oleh para peternak...
info walet
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *