6 Tips Budidaya Walet Rumahan Secara Sederhana

3 min read

Pada kesempatan kali ini, zelebour akan memberikan beberapa tips budidaya walet rumahan yang dapat anda lakukan. Apakah sulit? Tentu saja tidak jika anda benar-benar mengikuti petunjuk yang saya berikan. Berbeda jenis burung yang dipelihara tentu saja berbeda perlakuannya ketika dipelihara.

Tips budidaya walet rumahan

Burung walet merupakan burung yang memiliki sayap meruncing, berekor panjang, berwarna hitam dengan bagian bawah tubuhnya berwarna coklat. Hewan ini dapat membangun sarang dari air liurnya dan digunakan sebagai tempat untuk mengerami telurnya sebelum menetas.

Burung walet, pada hakikatnya memang hidup bebas di alam dan mencari makanan bebas di luaran sana. Namun burung satu ini juga banyak dipelihara terutama oleh para pecinta walet. Bisa dijadikan peluang bisnis menjanjikan membuat banyak orang membudidayakannya.

 

Tips Budidaya Walet Rumahan

Membudidayakan burung walet dapat dilakukan dimana saja. Termasuk di sekitar rumah sendiri. Bagi anda yang baru pertama kali memelihara burung ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk anda bagaimana memelihara hewan yang satu ini.

Tak hanya merawat burungnya saja tetapi juga sarang yang dihasilkan dari burung walet. Sebagaimana yang telah kita ketahui, sarang walet memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh manusia. Untuk itu, benar-benar harus dirawat dan dijaga dengan sebaik mungkin.

 

1. Habitat Walet

Apabila rumah anda berada di pedesaan bukan di daerah perkotaan yang penuh dengan keramaian. Memelihara burung walet merupakan hal yang tepat untuk dilakukan. Suhu dan kelembabannya dinilai cocok untuk jenis burung yang satu ini yaitu 24°C – 26°C.

 

2. Membangun Rumah Walet

Sumber gambar : youtube.com

Dalam budidaya rumah walet, tentu burung yang satu ini membutuhkan tempat tinggal untuk berlindung dari berbagai serangan binatang buas. Karena itulah anda harus membangun rumah walet yang memiliki beberapa lubang.

Rumah walet yang semakin tinggi akan semakin baik. Di dalamnya biasanya terdapat tempat keluar masuk walet, resting room, dan roving room. Selain aspek lokasi, ada beberapa aspek lainnya yang mesti anda perhatikan diantaranya yaitu suhu, ventilasi, kelembaban, cat tembok, dan juga ukuran bangunan.

 

3. Pembibitan Walet

Tips budidaya walet rumahan tahap berikutnya adalah dengan melakukan pembibitan. Caranya dimulai dengan memancing burung walet menggunakan rekaman suara dari burung walet itu sendiri. Pancingan dapat dilakukan di pagi dan sore hari, karena pada saat itulah burung walet mencari makan.

Apalagi jika rumah anda berwarna putih atau cream membuat burung walet lebih mudah untuk datang. Selain itu unggas yang satu ini juga lebih suka bersarang di utara dan timur menghadap dinding. Walet membutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk membangun rumah mereka sendiri.

 

Baca juga : mengenal sabun black walet.

 

4. Perawatan Burung Walet

Budidaya selanjutnya memasuki tahap perawatan. Terutama pada anakan burung walet yang baru saja menetas. Kondisinya masih sangat lemah dan sangat membutuhkan perawatan. Biasanya anakan walet 2 hingga 3 hari pertama dari mesin penetasan,

Anda dapat menurunkan suhunya yaitu dengan membuka ventilasi yang ada pada mesin penetasan. Selain itu kepada anak walet anda bisa memberikan pakan seperti kumbang, rayap, semut, larva, ulat, atau kroto. Yang pasti mereka sangat suka sekali dengan serangga-serangga kecil ataupun ulat cacing bisa dijadikan alternatif juga.

Cukupkan kebutuhan 60% protein dan 40% protein bagi anakan walet. Kedua zat tersebut sangat baik untuk kesehatan dan juga diet tubuh mereka. Dengan tubuh yang sehat maka Insya Allah burung tersebut menjadi lebih lancar ketika harus terbang kemana-mana.

 

5. Masa Perkembangbiakan

Tips budidaya walet rumahan berikutnya dilakukan ketika burung walet sudah memasuki masa perkembangbiakan. Walet berkembangbiak ketika mereka sudah berumur 4 tahun. Walet bertemu dengan pasangannya setiap musim semi di tempat yang sama.

Walet jantan dan walet betina sudah mulai berhubungan ketika umur 1 tahun. Dan juga terkadang membangun sarang bersama. Namun meski begitu, kedua walet ini tidak mungkin bersarang terus menerus selama empat tahun lamanya.

Burung walet bertelur dua atau tiga butir dalam jangka waktu dua atau tiga hari. Mas inkubasi dimulai ketika burung ini menetaskan telur pertama dan terus berlanjut hingga 20 hari ke depan. Walet dewasa semua tugas bersarang secara setara.

 

6. Membangun Sarang

Anda juga perlu membangun sarang didalam gedung walet yang diberi plat-plat alumunium sebagai bentuk modifikasi dari sarang burung walet. Plat aluminium tersebut diletakkan di sudut-sudut atap.

Mengapa harus plat aluminium mengapa tidak menggunakan bahan lainnya? Hal ini dikarenakan plat aluminium sangat disukai oleh burung walet. Langkah selanjutnya anda bisa meletakkan telur dengan hati-hati.

 

Baca juga : harga sarang burung walet 2019

 

7. Masa Panen

Jika burung walet memasuki masa panen ada beberapa tanda  terlihat terutama dari sarangnya. Salah satunya adalah sarang yang sudah utuh dan terdapat telur. Selain itu juga, anakan yang sudah mulai belajar terbang dengan cara berpindah-pindah antara 1 sirip ke sirip lainnya menandakan sudah bisa dipanen.

Informasi seperti ini perlu untuk petani walet dan juga seluruh pembudidaya walet agar bisa memanen walet pada saat yang tepat. Tidak terlalu cepat dan juga tidak terlambat. Umumnya, ada 3 cara yang bisa dilakukan ketika akan memanen walet yaitu sebagai berikut :

 

Panen Rampasan

Panen rampasna bisa dilakukan jika walet sudah siap untuk bertelur. Dengan cara ini anda akan mendapatkan keuntungan yaitu sarang waletnya berkualitas bagus. Akan tetapi, walet akan lebih kelelahan dan kurang cukup tenaga untuk bisa bereproduksi kembali.

 

Panen Buang Telur

Maksud dari panen buang telur ini adalah membuang telur walet yang masih berjumlah 2 butir dan walet sudah membuat 2 sarang. Dengan kondisi tersebut maka anda bisa mengambil sarangnya dan membuang telurnya.

Anda juga bisa memanen sampai 4 kali setiap tahunnya dengan kualitas yang tak perlu diragukan lagi. Hanya saja, cara ini membuat burung walet kehilangan waktu untuk berkembang biak atau bertelur.

 

Panen Penetasan

Panen panetasan dilakukan ketika burung walet sudah menetas dan juga sudah bisa terbang. Populasinya bisa bertambah namun membuat kualitas sarang menjadi menurun. Jangan lupa buang sarang yang tidak layak dan Bersihkan kotoran yang menempel pada sarang.

 

Percayalah, jika anda benar-benar melakukan tips budidaya walet rumahan di atas dengan sebaik mungkin maka hasil anakan walet menjadi sangat berkualitas. Begitupun juga sarangnya yang bisa anda panen dengan hasil yang tak kalah bagusnya. Sarang walet tersebut bisa anda olah sendiri untuk dikonsumsi atau dijual supaya mendapatkan keuntungan.

Anda juga bisa ikut bergabung dengan komunitas sesama pecinta burung walet guna saling tukar informasi dan belajar mengenai segala hal tentang burung walet dan juga sarang walet. Selain itu dengan bergabung dengan komunitas, kita bisa mendapatkan saran dan solusi apabila terjadi masalah pada walet yang kita budidayakan.

Akhir kata demikian informasi yang dapat saya sampaikan mengenai beberapa tips melakukan budidaya burung walet rumahan yang bisa anda lakukan. Sekian dan semoga bermanfaat.

Beberapa Penyakit Karena Burung Walet, Waspadalah!

Tahukah anda? Ternyata ada juga penyakit karena burung walet yang menjangkiti manusia. Selama ini mungkin anda mengira bahwa burung satu ini selalu membawa manfaat...
info walet
1 min read

Bagaimana Cara Membedakan Sarang Walet Asli dan Palsu?

Informasi tentang bagaimana cara membedakan sarang walet asli dan palsu perlu untuk anda ketahui supaya tidak keliru ketika membelinya. Sudah bukan rahasia lagi, saat...
info walet
1 min read

2 Cara Renovasi Arus Walet dengan Mudah

Cara renovasi arus walet perlu dilakukan untuk mempermudah walet untuk keluar dan masuk gedung tanpa mengalami hambatan berarti. Ada beberapa hal yang perlu anda...
info walet
53 sec read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *